• Jam Buka Toko: 07:30 s/d 16:30
  • Status Order
  • Tlp: 021-8801251 Ext 639
  • SMS/WA: 085731531599
  • order@kkisitb1.com
Terpopuler:

Bijak Mengelola Bonus Akhir Tahun

20 Desember 2018 - Kategori Blog

Apa yang sedang Anda nantikan menjelang berakhirnya tahun? Sangat mungkin saat ini Anda tengah menunggu apresiasi dari perusahaan atas pencapaian dan kerja keras selama satu tahun penuh.

Ya, apresiasi dalam bentuk bonus akhir tahun. Sebagai penghasilan tidak terduga, bonus akhir tahun sangat mungkin membuat Anda menjadi boros dan konsumtif. Memberikan reward atas kerjakeras diri sendiri memang tidak salah. Namun bukankah lebih baik jika bonus akhir tahun itu Anda alokasikan uang tak terduga itu secara bijak?

Sebelum telanjur habis untuk hal-hal konsumtif, bagaimana jika dari sekarang kita membuat perencanaan keuangan secara matang? Mari lihat kondisi keuangan terakhir, apakah masih ada kewajiban-kewajiban yang harus diprioritaskan? Atau, bonus tersebut dapat dialokasikan ke pos-pos yang dapat memberikan keuntungan di masa depan? Ikuti paparan dari Danaxtra.com berikut ini:

1. Sisihkan Bonus Akhir Tahun untuk Lunasi Utang

Sebelum telanjur, mari menilai rapor keuangan kita terlebih dahulu selama setahun terakhir ini. Apakah laporan kita masuk dalam rapor merah atau biru? Dikatakan rapor biru jika beban utang yang harus Anda bayar tiap bulan tidak lebih dari 30 persen dari total penghasilan bulanan.

Sebaliknya, jika beban utang tiap bulan lebih dari 30 persen, maka berarti keuangan kita masuk rapor merah. Kalau keuangan sudah masuk rapor merah, sebaiknya prioritaskan bonus akhir tahun untuk melunasi utang-utang.Misalnya membayar kredit pemilikan rumah alias KPR dan utang pemakaian kartu kredit.

Sadarkah Anda bahwa melunasi utang adalah bagian dari investasi? Dengan melunasi utang lebih awal dari jatuh tempo dapat mengurangi beban keuangan di masa depan. Sebab, jika telat bayar pastinya Anda akan dikenakan denda dan pembengkakan utang bunga kredit.

2. Tabung Bonus Akhir Tahun untuk Dana Darurat

Anda pasti sudah sepakat, dana darurat adalah komponen penting dalam perencanaan keuangan. Setiap keluarga wajib memiliki dana darurat untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak dan tidak terduga. Misal, seperti sakit, kecelakaan, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Jadi, saat kebutuhan mendadak tersebut terjadi, Anda tidak perlu khawatir karena memiliki dana darurat untuk digunakan. Sebaiknya, berapa jumlah dana darurat yang ideal? Bervariasi. Jika masih single, sebaiknya kita memiliki dana darurat setara 3 bulan pengeluaran rutin.

Namun jika Anda sudah berkeluarga alias menikah, sebaiknya dana darurat setara 6-12 bulan pengeluaran rutin. Tergantung seberapa besar Anda mampu menyisihkan uang untuk dana darurat.Nah, jika dana darurat yang saat ini Anda miliki belum memiliki jumlah yang ideal, alangkah bijaknya jika Anda mengalokasikan sebagian uang bonus akhir tahun untuk dana darurat. Lebih baik mencegah daripada mengobati, sedia payung sebelum hujan.

3. Sisihkan Bonus Akhir Tahun untuk Investasi

Agar uang bonus akhir tahun tidak habis dengan percuma, Anda bisa menyisihkan sebagian uang tersebut untuk berinvestasi. Hal ini akan memaksimalkan manfaat dari bonus tersebut.

Banyak pilihan yang dapat di nikmati oleh anggota KKISITB1 misalnya :

a. Untuk tujuan dana darurat bisa menabung di produk simpanan SISUKA dengan rate per tahun 5%

b. Untuk tujuan investasi bisa menabung di produk simpanan SIKALA dan SIKALA PLUS dengan rate pertahun sampai dengan 10%

Informasi lebih lanjut mengenai simpanan dapat menghubungi KKISITB1 ext 639 atau kirim email ke riri@kkisitb1.com atau kirim WA ke 0857 315315 99

Comments are closed.